Minggu, 28 Maret 2010

Mencari nafkah

Ya... Dari judulnya jelas saya mau bicara tentang kerja = cari duit = cari makan dll.
Tapi "Cari Nafkah" yang saya jadikan judulnya supaya punya pengertian lebih luas. Tapi tidak seluas kata "kerja" yang bisa berarti semua hal yang kita lakukan.
Tujuan Mencari nafkah ? jelas semua setuju adalah untuk menafkahi diri kita sendiri dan orang yang menpunyai kerabat keluarga dengan kita. Walau ada juga yang kita nafkahi yang bukan kerabat keluarga dengan kita.
Cara mencari nafkah ? secara garis besar ada yang dikategorikan yang jalur benar ataupun jalur salah. Dan yang paling banyak adalah tampaknya benar tapi salah. Mencari nafkah ada yang dengan bekerja, ada yang berdagang, ada yg profesionalitas. Kalau si robert toyosaki menbagi menjadi 4 : 1. Employer 2. Self Employer 3. Business 4. Investor.
Karena si robert tuh dah menjelaskan tentang hal itu jadi saya gk pengen sharing lagi untuk hal itu. Yang ingin saya sharing adalah opini saya tentang tujuang mencari nafkah.

Mencari nafkah adalah sebuah kewajiban yang perlu dilaksanakan oleh minimal 1 orang dalam sebuah kerabat keluarga yang serumah. Tetapi di zaman yang penuh kebutuhan ini mencari nafkah dilaksanakan oleh orang yang telah cukup umur untuk mengeluti sebuah bidang pekerjaan. Namun banyak juga anak-anak yang masih dibawah umur dilibatkan untuk mencari nafkah karena keluarga ekonomi yang mendesak atau serba kekurangan.

Tujuan mencari nafkah?


 Adalah memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan oleh sebuah keluarga. Namun ada yang telah terpenuhi segala kebutuhannya bahkan kebutuhan mewahnya yang tidak dibutuhkan juga telah terpenuhi dan cadangan akan kebutuhan juga telah dapat menunjang hidupnya sampai akhir hayat nanti masih terlibat dalam pelaksanaan mencari nafkah tersebut. Hal ini tidaklah salah, Tetapi banyak orang bergeser dari tujuan pokok mencari nafkah tersebut. Yakni dengan mencari nafkah kadang seseorang mengabaikan kebutuhan-kebutuhan keluarganya, tujuan mencari nafkah menjadi mengumpulkan kekayaan dan harta bernilai lainnya.

Yang sering kita temui saat ini adalah mengabaikan kebutuhan akan pasangannya, kebutuhan jiwanya sendiri, kebutuhan utama kerabat-kerabatnya. Bahkan ada yang mengorbankan kebutuhan utama seperti sandang, pangan dan papan untuk menumpuk harta kekayaannya.

SEHARUSNYA (opini saya) memenuhi kebutuhan adalah hal yang paling utama dalam mencari nafkah. Dimulai dari kebutuhan sendiri yakni sandang, pangan dan papan serta kebutuhan jiwa. Kebutuhan jiwa adalah rasa tenang, nyaman dan relax. Selanjutnya adalah kebutuhan kerabat keluarga kita seperti orang tua, pasangan , saudara & anak-anak. Ketika berbicara kerabat mungkin sandang, pangan & papan mereka bila kekurangan maka akan tampak langsung oleh kita. Tetapi bagaiman dgn kebutuhan jiwa mereka? 
Untuk orang tua : mungkin rasa damai, aman dan rasa percaya kepada anak-anaknya.
Untuk pasangan : kebutuhan akan kebersamaan termasuk kebutuhan biologis.


Ketika kita berbicara kebutuhan mereka, mungkin kita semua sudah dapat mengerti apa-apa saja kebutuhan mereka. Tapi pokok opini yang ingin saya sampaikan disini adalah jangan menjadikan pekerjaan / mencari nafkah itu adalah mengumpulkan kekayaan dengan mengorbankan kebutuhan-kebutuhan kita sendiri dan kerabat keluarga kita.

Mencari nafkah boleh untuk mengumpulkan kekayaan asal tidak mengorbankan kebutuhan kita sendiri maupun kerabat keluarga kita. Mengumpulkan kekayaan juga harus menperhatikan norma-norma di masyarakat dan peraturan baik di agama maunpun peraturan negara. Karena dengan tidak menperhatikan norma di masyarakat maka nama baik kita akan rusak yang berarti kebutuhan bathin kita akan terganggu. Dengan melangar peraturan agama akan timbul rasa takut dan bersalah di kemudian hari yang juga merusak kedamaian bathin kita. Dan juga dengan melangar peraturan negara akan membuat kita takut sehingga menghilangkan rasa nyaman, aman dan tentram. Karena nyaman, aman, tentram, damai bathin, nama baik adalah kebutuhan jiwa kita.


Mencari nafkah untuk mengumpulkan kekayaan dengan tidak mengorbankan kebutuhan, berarti juga membuat rasa nyaman dan aman akan terpenuhinya kebutuhan di masa datang. Ini juga adalah hal yang baik. Maka dengan itu selagi muda, sehat walfiat kerjalah secara maksimal (tidak mengorbankan kebutuhan) untuk hari esok yang lebih baik dan cerah. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar